Mengenal Bing Tang Hu Lu Permen Beijing

Bing Tang Hu LuMungkin Anda sering melihat permen unik ini di film-film Mandarin? Permen djadoel ini dikenal dengan sebutan Bing Tang Hu Lu. Terbuat dari buah-buahan segar yang ditusuk-tusuk menyerupai satai dengan warna-warni menggiurkan. Hmm… yummy!

Sekilas permen ini mirip dengan fruit fondue yang kini mulai populer dijajakan di mal-mal sebagai camilan. Namun, permen yang dikenal dengan sebutan Bing Tang Hu Lu ini sebenarnya jajanan tradisional dari kota Beijing. Tidak hanya dikenal sebagai camilan nostalgia, permendjadoel ini juga merupakan bagian dari sejarah ibu kota Cina tersebut.

Bing Tang Hu Lu memakai buah-buahan segar. Seperti buah hawthorn/haw alias buah sanca yang banyak ditemui di Cina. Buah haw memang sering dipakai untuk membuat permen dan manisan Cina. Seiring waktu, selain buah haw juga dipakai buah-buahan lain yang rasanya masam seperti cherry tomatoes, jeruk mandarin, strawberry, kiwi, anggur, dan lain-lain.

Setelah membuang bagian-bagian keras pada buah, maka buah-buahan tersebut direbus dalam air gula hingga lunak. Kemudian ditusuk-tusuk ke dalam sebatang bambu seperti satai. Bisanya ada yang pendek berisi 5-6 tusuk buah, ada pula yang hingga mencapai 20 cm. Untuk toppingnya digunakan sirup gula yang akan mengeras dan mengkilap seperti kristal. Tak heran kalau tampilan permen ini sangat menggoda!

Saat dimakan, Bing Tang Hu Lu akan memiliki tekstur keras di luar dan lembut di dalam. Rasa manis dari gula di bagian luar akan berpadu serasi dengan rasa masam renyah buah. Tidak hanya digemari anak-anak, permen ini juga menjadi salah satu camilan nostalgia dan merupakan salah satu camilan yang wajib dicicipi turis jika berkunjung ke Beijing.

Meski tak banyak lagi penjualnya seperti dulu, Bing Tang Hu Lu masih dapat ditemui di beberapa ruas jalan kota Beijing. Terutama di kawasan Guang’anmen dan Changdian. Penjual Bing Tang Hu Lu paling banyak dijumpai saat musim gugur dan musim dingin. Masyarakat Cina percaya buah haw dapat membantu melancarkan pencernaan. Sehingga meskipun rasanya manis, mereka tidak merasa bersalah saat menngunyah permen manis ini.

This entry was posted in Permen and tagged . Bookmark the permalink.