Mengenal Marketing “TING”

Permen Ting TingApa yang dulunya muncul di benak anda ketika mendengar kata ting-ting? Ada banyak hal yang dulunya memakai kata ting-ting, mulai dari perjaka ting-ting sampai sebuah produk permen ting-ting. Namun sekarang, apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata ting-ting?

Saya berani bertaruh, pasti ayu ting-ting, dan bukan lagi berbagai hal yang dulunya diusahakan muncul di benak konsumen ketika kita menyebut kata ting-ting. Dan, siapa tahu lima tahun ke depan, ada produk minuman anak-anak bernama ting-ting, yang muncul di benak konsumen setiap kali kita menyebut ting-ting?

Hal ini membuat saya teringat dengan artikel Bapak Kafi Kurnia berjudul “Kail”, yang bercerita tentang Kevin Moffitt, seorang pemasar yang bertanggung jawab terhadap buah pir. Sekitar tahun 1993/1994, di Hong Kong, para penjual buah ogah menjual buah pir karena dianggap pengucapannya mirip dengan kata berpisah sehingga dianggap sial atau celaka. Hal ini membuat Kevin memutar otaknya dan kemudian mendatangi seorang pakar bahasa mandarin untuk mencari kata yang pengucapannya mirip dengan pir namun memiliki arti yang bagus, dan akhirnya ditemukanlah kata Laba/Untung. Kini, buah pir sering dianggap sebagai simbol keberuntungan dan memiliki penjualan yang memuaskan setiap kali menjelang imlek.

Ternyata, positioning sebuah produk tidak bertahan selamanya dan bagi yang ingin membuat positioning tersebut bertahan, hanya bisa dengan tidak pernah lengah dan selalu konsisten berkomunikasi dan berinteraksi dengan konsumen.

Inga-Inga, TING!!

 

Permen Promosi 2012
Permen Ting-Ting

This entry was posted in Permen, Tips Promosi and tagged , , . Bookmark the permalink.